Make your own free website on Tripod.com

 

Rabu 2 Agustus 2000









  Dengan anggotanya:
 
   

  Jum'at 21 Juli 2000 16:25:31 WIB
serba-serbi flu yang disepelekan

Flu bisa membunuh! Ah masak? Di daratan Eropa pernah terjadi wabah flu Spanyol tahun 1918 yang menghilangkan nyawa 20-40 juta orang. Gimana di Indonesia?

Berita bahwa gara-gara flu banyak korban yang meninggal dunia, bukan main-main. Korban flu Spanyol merupakan rekor tersendiri dalam sejarah flu. Soalnya, korbannya melebihi jumlah korban perang dunia pertama.

Mungkin yang masih kita ingat adalah flu Hongkong yang nongol di tahun 1998. Enam orang dikabarkan meninggal dan ratusan orang jatuh sakit karena flu yang diakibatkan oleh ayam itu. Virus yang terdapat pada ayam yang dikonsumsi oleh manusia, menyatu dalam aliran darah, dan terjadilah flu yang tidak diundang itu.

Sampai sedemikian serunyakah flu ini sampai perlu penanganan khusus? Baru-baru ini para ilmuwan sudah menemukan vaksin untuk flu. Rencananya, vaksin flu akan diberlakukan sama seperti vaksin-vaksin penyakit lain kayak cacar dan campak, yakni dengan imunisasi. Jadi, kalau kita sudah disuntik vaksin flu, tubuh kita akan terbebas dari flu. Ahhh.... ngebayanginnya saja asyik. Kita enggak perlu merasa meriang, badan sakit, kepala pusing, dan disertai demam seperti biasanya kalau kenal flu. Asyik kan?

penyebab flu
Flu dan influenza sebenarnya sama saja. Flu diakibatkan karena adanya virus. "Virus itu zat renik yang paling kecil. Dalam dunia hewan, kan ada ukuran gajah dan semut. Nah, virus flu itu ibaratnya semut. Virus flu sendiri banyak sekali macamnya. Ragam spesiesnya banyak," ujar dokter Handrawan Nadesul, seorang dokter yang juga dikenal sebagai penulis dan kolumnis.

Nama untuk flu juga macam-macam. Ada flu burung, flu Hongkong, flu Spanyol. "Istilah-istilah itu sebenarnya secara geografis aja." Kata dokter Handrawan, ada flu yang menyerang perut, namanya flu perut. Gejalanya buang-buang air besar atau diare. Kadang orang salah kira. Dikiranya muntaber, padahal kena flu perut.

Masa inkubasi (masa masuknya kuman ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala penyakit) flu ini terbilang cepat. Cuma beberapa hari. Kalau kita berdekatan dengan orang yang sedang flu padahal lagi enggak fit, maka badan kita bisa langsung terasa enggak enak, disertai bersin-bersin dan kepala pusing. Kalau sudah begitu, siap-siap saja.

Gejala yang kita derita kalau sudah terkena flu antara lain; badan demam (panas), hidung tersumbat karena pilek, kepala sakit, badan pegal-pegal karena virus flu juga menyerang otot.

dianggap sepele
Kalau flu bisa dianggap penyakit serius di Eropa, sangat beda perlakuannya dengan di Indonesia. "Di sini flu dianggap sepele. Kalau lagi kena flu tetap ke sekolah, tetap bekerja," kata dokter Handrawan.

Itulah makanya kita susah banget untuk menghindari flu. Soalnya di sini orang yang lagi flu tetap beraktivitas. Tetap naik bus, nonton bioskop, dan sebagainya. Akibatnya, virus flu gampang menyebar. Tapi kalau stamina tubuh kita kuat, meski berdekatan dengan teman yang sedang flu, ya aman-aman saja. Seandainya pun akhirnya kena, baiknya kurangi kegiatan dan aktivitas.

Modal utama untuk sembuh dari flu sebetulnya gampang, cukup dengan istirahat. "Virus tidak ada obatnya, tidak ada antibiotiknya. Caranya dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Kita harus cukup istirahat, mengonsumsi makanan yang bergizi dan cukup protein. Kalau di Barat sana namanya cold, kita terpapar kena dingin. Nah, ini harus dilawan dengan yang hangat-hangat. Misalnya dengan berselimut dan berjaket, badan digosok dengan obat gosok, makan bakso atau soto. Kalau di Barat sana biasa makan chicken soup, karena proteinnya cukup untuk membangun stamina tubuh. Dan di Jawa kita pakai wedang jahe. Yang penting, prinsipnya lawan dengan yang hangat-hangat dan bergizi," jelas dokter Handrawan.

Sebaiknya, flu jangan dibiarkan berlarut-larut dan berkepanjangan. Dokter Handrawan menjelaskan, virus flu yang menyerang tenggorokan dan mengakibatkan batuk, kalau dibiarkan bisa turun ke bawah. Dari ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) yakni hidung, tenggorokan, dan kerongkongan terus ke pernapasan bawah yaitu paru-paru. Ini yang ditakuti karena bisa timbul komplikasi dan bronchitis. Batuknya bisa tambah parah dan berlendir hijau kekuningan, sakitnya enggak sembuh-sembuh. Dan kalau menyerang telinga bisa terjadi congek (lendir dari telinga berwarna hijau kekuningan). Malah, kalau terus saja dibiarkan bisa juga terjadi sinusitis (menyerang rongga hidung).

cuaca menguntungkan
Mungkin menyepelekan flu di Indonesia terjadi karena sampai sekarang belum ada laporan adanya korban yang sampai meninggal dunia cuma gara-gara kena flu. Bandingkan dengan flu Spanyol dan flu Hongkong yang sampai memakan korban jiwa.

"Flu di Indonesia tidak punya karakteristik khusus. Flu di sini enggak bisa diidentifikasi karena wilayah Indonesia kan terbuka, gampang membaur. Flu yang ada di sini pada dasarnya bisa sama dengan yang di Eropa," jelas dokter Handrawan.

Untuk membandingkannya, dokter Handrawan memberi penjelasan tentang flu Spanyol. Faktor pertama, mungkin jenis virusnya termasuk ganas. Penyakit kan ditentukan oleh tingkat keganasannya, tingkat keparahannya, dan jenis kuman penyakitnya. Kalau jenis kumannya ganas, akan cepat menyebar. Faktor kedua adalah kerentanan tubuh kita.

Kalau tubuh rentan, akan gampang mengundang kuman penyakit. Ketiga, adalah faktor iklim. Secara bioklimatologi, cuaca dingin membuat buruk ketahanan tubuh seseorang. Untungnya, iklim di Indonesia bagus, sehingga tidak memperburuk stamina tubuh kita. Jadi flu tidak seburuk di Eropa sana.

Trus, ada juga virus flu yang ditemukan pada jasad orang mati tahun 1930-an. Itu juga karena faktor iklim. Soalnya kalau habitatnya cocok, virus itu bisa tahan lama di situ. Banyak juga virus yang tahan bertahun-tahun, kayak virus tetanus. Nah, masih untung kan kita tinggal di Indonesia?(haryati/kaWanku)

 
| Tentang Sekolah 2000 | Arsip Berita | Situs Sekolah | Pustaka | Guru | Siswa | Hiburan | Forum Komunikasi |
| Situs Depdiknas | Pendaftaran Sekolah 2000 | Home |
Copyright 2000 Sekolah 2000