Make your own free website on Tripod.com

Rabu 2 Agustus 2000









Dengan anggotanya:


Selasa 18 Juli 2002 17:27:06 WIB
Web Desainer: Belajar Gratis dari Kamar

Banyak jalan menuju Roma, begitu juga caranya jadi web desainer. Asal tau etika, gajinya bisa "selangit"!ujan rejeki melanda dunia internet! Nggak percaya, buktiin aja.

Gara-gara booming internet, banyak orang "kebanjiran" duit. Bukan cuma usaha warnet yang laris manis, tapi juga peluang kerja yang seperti nggak ada habisnya. Perusahaan dotcom seperti Detikcom, Satunet, Astagacom, dan lainnya tumbuh bak jamur. Artinya, tenaga yang mengelola usaha itu makin banyak dibutuhin.Salah satu yang dibutuhkan adalah Web Desainer (WB).

Profesi ini penting, karena tugasnya bikin halaman web perusahaan dotcom jadi "dilirik" orang. Makanya, ia harus membuat desain yang bagus dan menarik. Apalagi di tengah maraknya perusahaan dotcom yang muncul, persaingan menarik "mata" pengguna internet makin besar!

Kebutuhan tenaga WB, emang bukan isapan jempol belaka. Sampe sekarang, banyak perusahaan dotcom yang membuka lowongan WB di koran atau internet. "Kabarnya, Astagacom aja butuh sampe 100 orang. Belum lagi perusahaan dotcom lain. Itu kan peluang," kata Hanny Santoso, Product Development Manager Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Konon, permintaan sebesar itu bakal terus berlanjut dalam dua atau tiga tahun mendatang. Seiring dengan booming internet di Indonesia. Bahkan, nggak musatahil bisa bertahan hingga 5 tahun. Jadi wajar kalo mulai sekarang lembaga pendidikan yang mencetak tenaga WB juga menjamur. Bukan cuma kursus yang sifatnya non formal, tapi juga pendidikan formal.

Kalo mau cepet, mungkin kursus pilihan yang pas. Di Jakarta, tempat kursus yang membuka jurusan web desain cukup banyak. Salah satunya Nikihaka. Tempat kursus yang berlokasi di bilangan Matraman, Jakarta Timur ini menggunakan metode semi private yang dilakukan cuma dalam 6 kali pertemuan, masing-masing berlangsung antara 1,5-2 jam saja.

PRINSIP DAN KAIDAH

Meski kursus memberi jalan kilat menguasai web desain, hasil lebih afdol diperoleh lewat bangku kuliah. Makanya, Universitas Bina Nusantara (Binus) bela-belain bikin mata kuliah Web Base Programming (WBP), Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), serta E-Commerce (EC). Ketiga mata kuliah baru ini jadi modal penting menguasai web desain dengan hasil yang lebih baik.

"Karena yang diajari bukan sekedar bisa mendesain web, tapi juga mempelajari prinsip dan kaidah dalam membuat web. Soalnya banyak aspek yang mesti diperhatikan," kata Pak Hanny serius.

Untuk membuat desain web yang bagus, desainer mesti punya jiwa marketing gimmick sehingga menghasilkan desain yang bener-bener menarik. Soal warna misalnya, nggak boleh sembarang. Mesti disesuaikan dengan contens (isi pesan) yang akan disampaikan. Juga dalam menentukan size (ukuran) file yang dibuat, nggak boleh sampe memperlambat loading halaman web.

"Kecepatan standar itu biasanya antara 15-20 detik. Lebih dari itu, orang udah males buka internet," terang Pak Hanny.

Nah, membuat desain web yang bagus dengan kecepatan standar tadi, paling nggak ukurannya 50-60 kb per halaman. Begitu juga dalam menentukan ukuran font. Atau kalo untuk bisnis, diajari gimana membuat web belanja yang aman saat bertransaksi. Semuanya diajari pada ketiga mata kuliah yang bergabung dalam Jurusan Sistem Informasi.

"Kita lebih banyak studi kasus, jadi mahasiswa bisa tau kunci penyelesaiannya. Biasanya, dosen tinggal meng-klik tugas mahasiswa dalam website yang mereka bikin," tambah Pak Hanny.

Nah, ketiga mata kuliah tadi, dijalani mahasiswa selama 1 semester. Kalo yang dua SKS, berarti 100 menit tiap kali ketemu selama 14 minggu. Sementara 4 SKS, lamanya pertemuan 200 menit. Hasilnya jadi lebih memicu kreatifitas. Bukan cuma bisa, tapi juga mementingkan keamanan, efektifitas, dan akurasi.

BELAJAR GRATIS

Tapi jago bikin desain web bukan cuma didapat dari dua cara tadi, bisa juga secara otodidak. Maklum aja, banyak sekali website yang menyediakan free homepage. Misalnya lewat Yahoo.com, atau salah satunya yang lokal kayak Rileks.com. Caranya juga gampang, tinggal ngikutin petunjuk aja.

"Yang penting modalnya bisa bahasa Inggris, kreatif, dan rasa ingin tau yang besar. Soalnya perkembangan dunia internet itu sangat cepat, jangan sampe ketinggalan," tambah Pak Hanny.

Hal senada diucapkan Ferry "P-Squad", yang udah 6 bulan ini bekerja sebagai WB di Bolehnet. Selain kemauan, juga mesti suka tantangan dan mendesain. "Terus sering-sering browsing (jelajah internet), bandingin deh site lain," saran Ferry.

Berdasar pengalaman, biasanya tahapan belajar desain secara otodidak dimulai dari notepad, setelah itu baru frontpage. "Ya, pelajari teks dulu, gimana caranya bikin huruf yang bagus. Lantas gimana supaya bisa dipindahin ke tabel. Kalo udah lancar, baru deh bikin web," tambah Ferry.

Mungkin hasilnya kurang memuaskan, karena ukurannya juga dibatasi. Artinya, kita nggak bisa membuat yang aneh-aneh. Cuma untuk melatih diri, bolehlah. Itung-itung belajar gratis. Lagian, siapa tau bisa kebanjiran "rejeki" internet. Soalnya, prospek WB emang menjanjikan.

"Dilihat dari gaji, lumayanlah. Lulusan Binus aja, minimal dapet 1,5 juta perak. Banyaknya perusahaan dotcom, tentu saling berebut dan bajak. Nggak aneh kalo WB juga ada yang ditawar 4 juta perak per bulan," ungkap Pak Hanny. Kalo berminat, kenapa nggak dicoba? (yunus/majalah hai)

 
| Tentang Sekolah 2000 | Arsip Berita | Situs Sekolah | Pustaka | Guru | Siswa | Hiburan | Forum Komunikasi |
| Situs Depdiknas | Pendaftaran Sekolah 2000 | Home |

Copyright 2000 Sekolah 2000